Welcome

Ass wr wb, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

1-15 Artikel terbaru

Sejarah Perkembangan CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik)

 Sejarah perkembangan, Aspek dan ruang lingkup, 
Perbedaan CPOB 1988, 2001, CPOB 2006, dan CPOB 2012


Apa itu CPOB ?
Sebenernya pada artikel sebelumnya sudah pernah diulas, but gak ada salahnya diulang lagi untuk sekedar merefresh, CPOB adalah pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik, bertujuan untuk menjamin obat dibuat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. CPOB mencakup seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu.

Sejarah dan Perkembangan CPOB :
  • 1969 WHO menerbitkan konsep "Good Practices in Manufacture and quality Control of Drug"

Glosarium CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik)

Glosarium CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik)
Arti istilah istilah yang ada di dalam CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik)
GLOSARIUM
Dalam Pedoman ini digunakan definisi berikut; dalam konteks lain terminologi ini dapat mempunyai arti yang berbeda.
Aferesis (dalam Pembuatan Produk Darah)
Proses memperoleh secara selektif satu komponen darah atau lebih dari donor dengan cara mengambil darah utuh, memisahkannya dengan cara sentrifugasi atau filtrasi ke masing-masing komponen darah dan mengembalikan yang tidak diperlukan kepada donor.
Aferesis Platelet (dalam Pembuatan Produk Darah)

Perbedaan CPOB 2006 dan CPOB 2012

Perbedaan CPOB 2006 dan CPOB 2012
Prinsip, pengertian, aspek, ruang lingkup dan aneks CPOB 2006 dan CPOB 2012
Sebelum Kita membahas perbedaan CPOB 2006 dan CPOB 2012 mari kita refresh sejenak tentang pengertian CPOB. CPOB adalah Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan untuk menjamin obat dibuat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. CPOB mencakup seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu. CPOB dijabarkan menjadi beberapa aspek/ruang lingkup dan ditambahkan dengan beberapa Aneks sebagai tambahan/penjelasan lanjutan dari CPOB itu sendiri.
Perbedaan ISI CPOB dalam hal kata/kalimat dalam kedua CPOB itu sendiri memang banyak namun untuk perbedaan esensial antar kedua CPOB tersebut tidak banyak berubah, yang jelas CPOB 2012 lebih lengkap karena ada beberapa perbaikan dan penambahan. well mari kita lihat perbedaan Aspek CPOB

CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik) 2012

Prinsip, tujuan, aspek aspek, ruang lingkup, gambaran umum, dan aneks
CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik) 2012
Baca juga : Perbedaan CPOB 2006 dan CPOB 2012

Apa sih prinsip dan tujuan CPOB 2012 itu?
Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan untuk menjamin obat dibuat secara konsisten,

Ergotamin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Ergotamin
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
(5'S)-12'Hydroxy2'methyl-5'benzylergotamane-3',6'18-trione tatrat . (C33H25N5O5)2.C4H6O6
- Sifat Fisikokimia
:
Sedikit higroskopis, kristal tidak berwarna atau hampir berwarna putih. Senyawa ini mungkin mengandung 2 molekul metanol kristalisasi. Sedikit larut

Epinefrin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Epinefrin
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
Epinephrine. C9H23NO3
- Sifat Fisikokimia
:
Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih, mudah larut dalam air; sedikit larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
- Keterangan
:
Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula

Dopamin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Dopamin
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
Sinonim : Dopamine hydrochloride; 3-Hydroxytyramine hydrochloride; C8H11NO2•ClH
- Sifat Fisikokimia
:
-
- Keterangan
:
Dopamin adalah suatu katekolamin endogen, merupakan prekursor adrenalin

Domperidon

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Domperidon
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
5-Chloro-l-{l-[3-(2-oxobenzimidazolin-l-yl)propyl]-4-piperidyl}benzimidazolin-2-one. C22H24ClN5O2
- Sifat Fisikokimia
:
Serbuk warna putih atau hampir putih, polimorfisa. Praktis tidak larut dalam

Diazepam

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Diazepam
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
7-Kloro-1,3-dihidro-1-metil-5-fenil-2H-1.4-benzodiazepin-2-on. C16H13ClN2O (FI. IV)
- Sifat Fisikokimia
:
Pemerian : Serbuk hablur, hampir putih sampai kuning; praktis tidak berbau.

Digoksin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Digoksin (Digoxin)
(Ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
Sinonim : (3ß, 5 ß , 12 ß )-3-[(O-2,6-dideoxy- ß -D-ribo- hexopyranosyl-(1?4)-O-2,6-dideoxy- ß - D-ribo-hexopyranosyl-(1?4)-2,6-dideoxy- ß -D- ribo-exopyranosyl)oxy]-12,14-dihydroxy-card-20(22)-enolide. C41H64O14

Cetrizin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Cetrizin
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
Cetrizine. C22H25CIN2O3.HCL
- Sifat Fisikokimia
:
Cetirizin berbentuk kristal putih yang larut dalam air. Dalam sediaan berbentuk sirup, biasanya tidak berwarna atau sedikit kekuningan dan memiliki pH 4-5.

Bromheksin HCL

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Bromheksin HCL
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
2-Amino-3.5-dibromobenzyl(cyclohexyl)methylamine hydrochloride. (3). C14H20Br2N2.HCl

Bisakodil

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Bisakodil
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
4,4'-(2-Pyridylmethylene)di(phenyl acetate). (C22H19NO4) (1)
- Sifat Fisikokimia
:
Bisakodil adalah laksatif stimulan turunan difenilmetan. USP 29:serbuk kristalin putih sampai hampir putih. Praktis tidak larut dalam air, larut dalam

Asetil Sistein

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Asetil Sistein
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
N-acetyl-L-cysteine. (3). C5H9NO3S
- Sifat Fisikokimia
:
Serbuk kristal warna putih, bau agak asam. (3,5), Mudah larut dalam air (1 : 5), alkohol (1 : 4), praktis tidak larut dalam kloroform, eter. (3), pH larutan 1% dalam air = 2.0-2.8. (3)

Asam Retinoat (Retinoic Acid)

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Asam Retinoat (Retinoic Acid)
(ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur         Kimia
:
Iso-Tritinoin, Asam Rinoat Vitamin A, 15 -beta caroten-15 oic acid
- Sifat Fisikokimia
:
Serbuk hablur, kuning sampai jingga muda tidak larut dalam air, sukar larut

ANTIDOTUM dan ANTITOKSIK


Antidotum adalah obat penawar racun, sedangkan antitoksik adalah obat penawar terhadap zat yang beracun (toksik) terhadap tubuh.
ANTIDOTUM
Antidotum lebih difokuskan terhadap over dosis atau dosis toksik dari suatu obat. Kondisi suatu obat dapat menimbulkan keracunan bila digunakan melebihi dosis amannya. Selain itu,

Amoksisilin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Amoksisilin
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
Asam (2S,5R,6R)-6[ (R)-(-)-2-amino-2-(p-hidroksifenil)asetamido]-3-3-dimetil-7-okso-4-tia-1-azabisiklo[3,2,0]-heptana-2-karboksilat trihidrat . C16N19N3NaO5S
- Sifat Fisikokimia
:
Mengandung tidak kurang dari 90.0% C16N19N3NaO5S dihitung sebagai anhidrat. Amoksisilin berwarna putih, praktis tidak berbau. Sukar larut dalam

Amikasin

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Amikasin

Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
6-O-(3-amino-3-deoxy-a-D-glucopyranosil)-4-O-(6-amino-6-deoxy--a-D-glucopyranosil)-N
- Sifat Fisikokimia
:
Serbuk berwarna putih atau hampir putih, larut sebagian dalam air, praktis tidak larut dalam alkohol dan aseton, sedikit larut dalam metil alkohol.

Alprazolam

Deskripsi, Golongan/kelas terapi, Nama Dagang, , Indikasi, Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian, Farmakologi, Stabilitas penyimpanan, Kontraindikasi, efek samping, Interaksi, Mekanisme, Bentuk Sediaan, Peringatan, Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus, Informasi Pasien, Monitoring Penggunaan Obat Aprazolam
(Ilustrasi)
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia
:
Alprazolamun, 8-chloro-l-methyl-6-phanyl-4H-1,2,4-triazolo(4,3-a)(1,4)benzodiazepin, C17H13CIN4
- Sifat Fisikokimia
:
Kristal putih, tidak larut dalam air, larut dalam alkohol.

Penggolongan Antibiotik

Penisilin :
(Benzilpenisilin (Penisilin G) dan fenoksimetilpenisilin (penisilin V)
-penisilin tahan penisilase : kloksasilin, flukoksasilin
-penisilin spektrum luas : ampisilin, amoksisilin, amoksiklav, bakampililin, pivampisilin.
-penisilin antipseudomonas : piperasilin, ureidopenisilin, sulbenisilin, tikarsilin
-mesilinam : pivmesilinam)
golongan sofalosporin :
(sefradin, sefuroksim, Sefaleksim
sefotaksim, seftazidin, seftriakson, sefaklor)
Antibiotik betalaktam lainnya :
-golongan monobaktam, aztreonam dan
-golongan karbapenem, imipenem (turunan tienamisin) dan meropenem),
golongan tetrasiklin :
(demeklosiklin, doksisiklin, minosiklin, oksitetrasiklin, tetrasiklin)
Golongan Aminoglikosida 
(amikasingentamisin, kamamisin, neomisin, netilmisin, streptomisin, dan tobramisin.)
golongan makrolida
(azitromisin, Eritromisin, Klaritromisin, Roksitromisin, Spiramisin)
Golongan Kuinolon :
(Siprofloksasin (Cyprofloxacin), Levofloksasin, Ofloksasin, Asam nalidiksat, Norfloksasin, Moksifloksasin)
Sulfonamida dan Trimetoprim ( Kotrimoksazol)
Antibiotik Lain
(Kloramfenikol, Klindamisin, Vankomisin dan Teikoplanin, Spektinomisin, Linezolid)


Penggolongan Antibiotik, Klasifikasi Antibiotik

Antibakteri terdiri dari antibiotik dan kemoterapi
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan mikroba, terutama fungi, yang dapat membasmi ataupun menghambat pertumbuhan mikroba jenis lain.
Antibiotik dapat dibuat secara sintesis, yang bisa juga disebut kemoterapi. Kemoterapi adalah zat kimia yang dapat membasmi ataupun menghambat pertumbuhan mikroba, tetapi zat ini tidak berasal dari suatu mikroba atau fungi.
Klasifikasi antibiotik/antibakteri :
     1.       Penisilin
     2.       Sefalosporin dan antibiotik betalaktam lainnya
     3.       Tetrasiklin
     4.       Aminoglikosida
     5.       Makrolida
     6.       Kuinolon
     7.       Sulfonamida dan trimetoprim
     8.       Antibiotik lain