Welcome

Ass wr wb, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

1-15 Artikel terbaru

Diuretik Untuk Pengobatan Hipertensi

Hipertensi, Mekanisme obat diuretik, Efek samping obat diuretik, dan nama sediaan obat diuretik

Penggunaan obat diuretik untuk pengobatan hipertensi

Apa itu hipertensi?

Hipertensi adalah suatu kondisi yang ditandai peningkatan tekanan darah pada suatu level tertentu (sama dengan atau lebih dari 140/90 mmHg) dalam 3 kali pengukuran selang 3 minggu, jadi kalau 1x pengukuran belum bisa dikatakan hipertensi.
Mekanisme kerja obat
Bagaimana mekanisme obat anti hipertensi golongan diuretik ini?
dengan cara meningkatkan volume urin (air seni) sehingga garam dalam urin dapat dibuang beserta urinnya karna kita ketahui bahwa garam dapat meningkatkan tekanan darah,  diuretik juga menyebabkan volume urin jadi berkurang, sehingga volume cairan darah dalam tubuh berkurang yang berimplikasi pada penurunan tekanan darah.

Bagaimana seharusnya menggunakannya?
Diuretik biasanya digunakan 1 x sehari pada pagi hari, jangan digunakan pada malam hari karna dapat mengganggu tidur karna efek obat yang menyebabkan kita akan sering buang air kecil, gak lucu juga bukan kalau kita tidur terus bangun secara berulang kali untuk buang air kecil berkali-kali.

Apa efek sampingnya?
Efek sampingnya dapat menyebabkan gout pada orang-orang yang mempunyai kecenderungan memiliki kadar asam urat yang tinggi. pada dosis yang lebih tinggi diuretik dapat menyebabkan badan lesu, letih, kurang bertenaga, gangguan keseimbangan kimiawi dalam darah.
Diuretik juga dapat mengeliminasi kalium dalam jumlah yang besar, ssedangkan kalium dibutuhkan untuk keseimbangan elektrolit tubuh dan diperlukan untuk membantu kontraksi jantung, hati-hati bila terjadi hipokalemia, cara mengatasinya bisa diberikan suplemen kalium untuk menambah jumlah kalsium dalam darah. bila terjadi kemerahan pada kulit bisa berkemungkinan disebabkan oleh obat diuretik

Nama sediaan :
Bendrofluazid (bendroflumetazid, corzid), Klortalidon (Hygroton, tenoret), Hidroklortiazid, Metolazon, Xipamid, Furosemid (farsix, impugan, lasix, furosix, uresix), Bumetamid, Torasemid, Amilorid, Spironolakton (carpiaton, letonal), Manitol, Asetazolamid.

Semoga informasinya dapat memberi tambahan ilmu ya sobat IF, terimakasih atas kunjungannya :D

Sumber : Panduan Penggunaan Obat

No comments: