Welcome

Ass wr wb, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

1-15 Artikel terbaru

Sediaan Cair (Potio)

Ilmu Farmasi : Sediaan cair atau potio adalah obat minum dengan penggunaan secara oral yang berupa sirup, larutan suspensi atau emulsi. secara umum formulasi untuk sediaan cair antara lain :
  • bahan obat/zat aktif
  • pelarut
  • pembantu pelarut (kosolven)
  • dapar
  • pemanis
  • pengawet
  • air suling
Pelarut
umumnya digunakan air suling atau air demineral/aquadest, bila obat dalam bentuk garamnya maka akan mudah larut dalam air suling, kelarutan zat aktif bergantung juga pada kesesuaian tetapan disosiasi dan pH larutannya, seperti Fenobarbital, dalam susana basa pH 8 mudah larut karna fenobarbital merupakan garam yang larut dalam air pada pH itu, tetapi bila pH diturunkan kurang dari pH 8 maka fenobarbital akan sulit untuk larut, untuk berbagai kejadian, zat yang sukar larut ditambahkan pelarut pembantu (kosolven) seperti etil alkohol, propilenglikol, gliserin, atau campuran dari pelarut-pelarut tersebut.

Dapar
Dapar diperlukan untuk menjaga/menyangga agar pH larutan tidak berubah, dengan tujuan agar kestabilan zat aktif tidak berkurang disebabkan pH, umumnya konsentrasi dapar tidak boleh melampaui 0,1 M. Untuk sediaan antibiotik penambahan dapar dimaksutkan untuk memperlambat penguraian zat aktif oleh pH yang berubah.

Pemanis
Pemanis digunakan untuk menutupi rasa tidak enak dari obat dan untuk meningkatkan keterimaan pasien dalam mengkonsumsi obat, rasa manis umumnya berasal dari sukrosa, tingkat kemanisan sukrosa dapat digolongkan menjadi :

  • manis ringan : kurang dari 50% sukrosa ekuivalen
  • manis sedang : mengandung pemanis 50-100% sukrosa ekuivalen
  • manis sekali : mengandung lebih dari 100% sukrosa ekuivalen
Zat-zat penambah rasa enak
Asam sitrat kadar 0,25-1,0 % biasanya digunakan untuk mengurangi rasa asin dari sediaan, dan natrium kloridadengan kadar 0,25-0,5% dapat memperbaiki rasa larutan yang sangat manis.

Pengawet
Larutan mengandung air sangat rentan akan pertumbuhan bakteri yang akan menguraikan zat-zat dalam sediaan, sehingga dapat merusak kualitas sediaan, oleh sebab itu diperlukan pengawet untuk menghentikan ataupun memperlama pertumbuhan bakteri, contoh metil paraben dan propil paraben

Pengaroma
Aroma juga diperlukan untuk menambah daya tarik obat, rasa pahit umumnya ditutupi oleh aroma coklat, sitrun, atau permen, pengaroma bisa juga berupa minyak atsiri, vanili, adas manis, coklat dan kopi.

Pewarna
terdapat 3 jenis pewarna yang boleh digunakan dalam sediaan farmasi:
  • zat pewarna FD & C : untuk makanan, obat, dan kosmetik
  • zat pewarna D & C : obat dan kosmetik
  • zat pewarna D & C : untuk pemakaian topikal/non oral dan kosmetik
Pembantu kestabilan
zat zat ini digunakan untuk membantu kestabilan pada sediaan :
  • antioksidan untuk mencegah terurainya sediaan oleh reaksi oksidasi, contoh natrim metabisulfit dan natrium bisulfit dengan kadar 0,05-0,5%
  • chelating agent untuk mengikat logam logam berat yang berfungsi mengkatalis reaksi menjadi kompleks, contoh dinatrium edetat dengan kadar 0,01-0,05%

Sumber: Farmasetika dasar

Blog Archive