Welcome

Assalamu'alaikum, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

Pengujian Makanan (Evaluasi sediaan)


Evaluasi sediaan meliputi banyak pengujian antara lain uji pH, penentuan total asam, penentuan kadar air, penentuan total padatan terlarut, penentuan viskositas, dan Angka Lempeng Total (ALT) mikroba, dll
1.      Uji pH
Penetapan pH dilakukan dengan menggunakan kertas pH indikator universal dengan cara mencelupkan alat kedalam sampel sediaan sambal, lalu tunggu sebentar sampai terjadi perubahan warna pada kertas indikator kemudian cocokkan dengan nilai pH rujukan yang tertera pada kotak indikator pH.
2.    Uji total asam
Pengujian ini ditentukan dengan metode titrasi. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram, dimasukkan kedalam labu takar 250 ml, dan ditambahkan aquadest sampai volume 100 ml, diaduk hingga merata dan disaring dengan kertas saring, diambil filtratnya sebanyak 10 ml dan dimasukkan kedalam erlemeyer lalu ditambahkan phenolptalein 1 % sebanyak 2-3 tetes kemudian dititrasi dengan menggunakan NaOH 0,1 N, titrasi dihentikan setelah terbentuk warna merah muda yang stabil. Standarisasi NaOH menggunakan asam oksalat sebagai larutan baku (AOAC, 1984).
3.      Uji kadar air
Sebanyak 5 gram sampel dimasukkan ke dalam alumunium foil yang telah diketahui bobotnya. Kemudian alumunium berisi sampel ditaruh dalam wadah cawan porselen untuk dikeringkan dalam oven bersuhu 105°C hingga diperoleh berat yang konstan. Sampel didinginkan dalam desikator selama 30 menit lalu ditimbang kemudian dilakukan perhitungan kadar air (SNI 01-2891-1992).
4.      Uji total padatan terlarut
            Penentuan total padatan terlarut dilakukan dengan alat refraktometer, diambil sari bahan sebanyak 1 tetes dan diteteskan pada refraktometer, kemudian baca nilai yang ditunjukkan oleh alat yang dinyatakan dalam Brix.
5.      Uji viskositas
 Uji penetapan viskositas sediaan semisolid/setengah padat menggunakan alat viskometer Brookfield tipe RV, untuk mengukur tahanan zat dalam mengalir dengan satuan centipoise. Tahapan pertama dengan menentukan spindel yang sesuai dengan sediaan, setelah ditemukan spindel yang sesuai kemudian dilakukan pengukuran pada 5 rpm, 10 rpm, 20 rpm, 50 rpm, dan 100 rpm, kemudian kumpulkan data viskositasnya.
6.      Uji Angka Lempeng Total (ALT)
1)        Sterilisasi cawan petri
Dilakukan pencucian, pengeringan dan sterilisasi dengan menggunakan sterilisasi uap dalam autoklaf dengan suhu antara 100°C-126°C selama 30 menit.
2)        Penyiapan media agar
Penimbangan serbuk media agar NA dan PDA dimasukkan ke dalam labu erlemeyer 250 ml lalu ditambahkan air 250 ml/erlemeyer, dipanaskan, diaduk sampai bening kemudian didinginkan, kemudian di sterilisasi  dalam autoklaf sebelum digunakan.
3)        Penyiapan dan pengenceran sampel
Penimbangan  sebanyak 1 gram dan dimasukkan dalam tabung reaksi, ditambahkan 9 ml NaCl (liquid) untuk diencerkan pada pengenceran 10-1, kemudian dipipet 1 mL dari pengencer ke tabung kedua lalu dilakukan homogenisasi hingga diperoleh suspensi pengenceran 10-2. Pengenceran dilanjutkan dengan cara yang sama hingga diperoleh pengenceran 10-3 dan pengenceran 10-4.
4)        Inokulasi dan inkubasi
Dari tiap pengenceran dipipet  1 mL sampel ke dalam cawan petri steril yang diisi 15-20 ml media agar, masing-masing dibuat duplo, segera cawan digoyang dan diputar sedemikian rupa sehingga suspensi tercampur merata dalam media kemudian dibiarkan memadat. Untuk mengetahui sterilitas media dibuat uji kontrol (blanko) dalam 1 cawan petri media tanpa inokulasi sampel. Setelah semua agar memadat, cawan diinkubasi pada suhu 20-25°C untuk PDA selama 5 hari dan 30-35°C untuk NA selama 4 hari dengan posisi dibalik.
5)        Pengamatan
Setiap 24 jam koloni yang tumbuh dalam cawan petri diamati dan dihitung pada tiap cawannya.
7.           Uji Hedonik
Uji hedonik akan dilakukan pada awal penelitian, yaitu setelah sediaan sambal selesai dibuat. Tata cara uji hedonik yaitu dengan meminta beberapa panelis (sebanyak minimal 15 orang) untuk menilai keterimaan pada sambal tersebut dalam beberapa tingkatan skala nilai yaitu sangat suka (4), suka (3), tidak suka (2), dan sangat tidak suka (1).
Panelis yang akan dipilih dalam pengujian ini harus memenuhi beberapa parameter sebagai berikut:
1)   Sehat jasmani, tidak sedang mengalami sakit, seperti terjangkit flu, sariawan, demam,  atau gangguan pencernaan, dan lai-lain. Sehat indra pengecap serta berfungsi dengan normal. Usianya meliputi anak-anak, dewasa dan tua. Mulai yang biasa mengkonsumsi sambal sampai yang jarang mengkonsumsinya.