Welcome

Ass wr wb, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

1-15 Artikel terbaru

Stroberi (Arbey)

Pemerian, klasifikasi taksonomi, kandungan nutrisi, gizi, manfaat dan khasiat stroberi
Gambar I.2 Stroberi (Fragaria x ananassa  L.)
1.1.            Stroberi (Arbey)
Fragaria vesca adalah stroberi yang tumbuh liar, ditemukan di eropa, asia, dan amerika utama. Jenis stroberi yang dibudidayakan adalah fragaria x ananassa, hasil persilangan di Eropa dari dua spesies F.virginiana dan F.chiloensis.

1.1.1.      Klasifikasi
            Kingdom                     : Plantae
            Subkingdom                : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
            Super divisi                 : Spermatophyta (menghasilkan biji)
            Divisi                           : Magnoliophyta
Kelas                           : Magnoliopsida
            Subkelas                      : Rosidae
            Bangsa                         : Rosales
            Famili                          : Rosaceae (Suku  mawar-mawaran)
            Jenis                            : Fragaria
            Spesies                        : Fragaria x ananassa  L.
Ada sekitar 100 varietas yang tumbuh di amerika, bervariasi dalam ukuran, warna, dan rasa. Secara botani, stroberi bukan buah sebenarnya, tapi merupakan pembengkakan tangkai bunga setelah terjadi penyerbukan. Stroberi rasanya manis, berair, dengan warna buah merah cerah (Dalimartha dan Adrian, 2011:78).
1.1.2.      Kandungan nutrisi
Stroberi, seperti berries lainnya mengandung ellagic acid, asam sitrat, malic acidphenolic acid, flavonoid, tanin, lignan, vitamin C, dan serat tidak larut. Kandungan gulanya terutama glukosa dan fruktosa. Kandungan air pada stroberi sekitar 90%. Setengah cangkir stroberi mengandung 42 mg vitamin C, yang memenuhi sekitar 70% kebutuhan sehari. Setengah cangkir stroberi mengandung serat tidak larut sekitar 3-5 gram.
Ellagic acid bekerja sebagai antioksidan kuat yang dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas oksigen. Dengan begitu, proses perubahan sel normal menjadi sel kanker dapat dicegah. Vitamin C bekerja sebagai antioksidan dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung, kanker, dan infeksi. Vitamin C juga berperan dalam pencegahan timbulnya katarak karena dapat mencegah oksidasi protein dilensa mata. Serat tidak larut bekerja sebagai absorben sehingga mempermudah buang air besar. Serat tidak larut juga mencegah perubahan asam empedu menjadi senyawa berbahaya penyebab kanker.
Setiap ½ cangkir stroberi menghasilkan 22 kalori, 92% air, 2 g serat, 5 g karbohidrat, 10 mg kalsium, 120 mg kalium, 7 mg magnesium, 14 mg fosfor, 2 IU vitamin A, 41 mg vitamin C, dan 13 micro folat (Dalimartha dan Adrian, 2011:79).
1.1.3.      Khasiat
Stroberi sifatnya sejuk, astrigen, tonik, serta berkhasiat sebagai antioksidan, detoksikasi karsinogen, pencahar (laksatif) untuk mengatasi sembelit, peluruh kencing (diuretik ringan), memperbaiki gangguan pencernaan, mencegah kemunduran fungsi otak, mengurangi resiko timbulnya kanker, dan mencegah katarak.
Pemakaian luar dari jus stroberi bermanfaat untuk mengatasi kulit terbakar sinar matahari, luka di kulit, bisul, infeksi, gigitan serangga,  dan juga dapat memudarkan warna kuning pada gigi. Akar dan daunnya bermanfaat untuk mengatasi diare, disentri, mual, dan gout (Dalimartha dan Adrian, 2011:79-80).
            Sari arbey (stroberi) merupakan salah satu jenis sari yang paling banyak digunakan dan memiliki rasa yang enak. Arbey berisi banyak zat gula dan zat besi, dan sangat bagus untuk menjaga kesehatan kulit. Sari arbey inidapat digunakan sebagai bahan pembersih muka dan dapat pula mengatasi anemia, kulit terkelupas, hati lemah, sembelit, acidosis, dan radang selaput lendir, gunakanlah sari arbey ini dengan teratur setiap hari. Bahkan arbey ini telah terbukti dapat menunjang kesehatan kelenjar-kelenjar dan syaraf (Nainggolan, 1989:37).

Sumber: 
[Khasiat Buah dan Sayur,  PS, Jakarta]